28 Juni 2009

Danau Lido Sukabumi, riwayatmu kini...???


Hari minggu tanggal 28-Juni-2009 kami sekeluarga berangkat ke Danau Lido Sukabumi jam 6 pagi. Awalnya kita bingung mau liburan kemana... akhirnya setelah searching internet ketemu Danau Lido di Sukabumi.Tempat ini memang dari dulu pengin sekali kita kunjungi. Kita lihat dari foto-foto di internet, tempatnya sangat bagus dan akhirnya kita putuskan kesana.
Info yang kita dapat bahwa arah kesana akan macet karena banyak pasar dan banyak truk pengangkut air minum.
Kenyataannnya, perjalanan kita cuma menempuh 1 jam 45 menit, karena masih pagi sampai-sampai penjaga loketnya-pun belum datang jadi kita bisa masuk gratis.

Sesampai di sana ternyata, pertama kali saya melihat itu beda banget dengan yang ada di foto. Infrastruktur kurang terawat. Ada beberapa tempat duduk dari semen tapi itupun kondisinya juga sudah rusak. Banyak sampah2 bekas makanan. Saya bingung, daerah mana yang dikatakan bagus seperti di foto...???
Sewaktu saya datang memang ada petugas kebersihan yang sedang membersihkan lokasi tetapi bukan itu maksud-nya. Saya tidak menemukan tempat duduk yang nyaman di atas sebagai tempat isitirahat sebentar setelah lelah menempuh perjalanan. Ada tempat yang enak buat duduk tetapi itupun lokasinya ada di bawah dekat danau. Seharusnya sejak pertama kali tamu melihat lokasi, mereka harus sudah punya bayangan yang bagus, kalau kita umpamakan toko, itu istilahnya eye catching "titik sentral pandangan mata pada waktu pertama kali melihat".

Saya coba keliling ke beberapa tempat disitu dan ternyata tidak ada tempat bermain anak-anak seperti prosotan, jungkitan, ayunan, dll. Mungkin saya belum ketemu tetapi seharusnya hal ini sudah terlihat pada waktu pertama kali kunjungan atau bisa diberi peta petunjuk biar pengunjung tidak susah mencari.

Lalu akhirnya kami putuskan untuk naik perahu dayung karena penasaran sudah jauh-jauh kok nggak ngapa-ngapain. Tariffnya 70.000/route untuk 10 orang. Karena kami cuma bertiga akhirnya kami putuskan untuk berangkat aja gak usah nunggu yang lain. Lagi-lagi saya diberi kejutan... ternyata masih ada biaya 10.000 lagi untuk beli tiket. Ini resmi tapi kenapa tidak dijadikan satu aja dengan tarif yang ada.....???

Perahu di dayung 2 orang jalan ke tengah danau. Dari kejauhan danau memang bagus banget. Paduan warna hijau daun dan air danau dan langit yang cerah kelihatan bagus banget. Pantulan pohon ke air seperti cermin, bener-bener bagus.
Tapi setelah kita dekatin ke tempatnya ternyata.... banyak sekali rumput liar, banyak sampah bekas makanan/minuman.

Saya ngobrol-ngobrol dengan tukang perahu (TP) yang lagi dayung perahu.
Saya :"Pak kenapa sich kok kelihatan tidak terawat danaunya padahal nama Danau Lido itu sangat terkenal.."
TP :"...iya pak, setelah ganti manajemen, pengawasannya kurang. Dulu sewaktu masih dipegang manajemen yang lama danau ini terawat baik pak"
"Setiap sabtu semua yang ada disini termasuk tukang perahu kerja bakti mbersihin rumput-rumput seperti ini pak, sampah diambilin, jadi kelihatan rapi..."
Saya : "kalau sekarang ada seperti itu lagi dan bapak tidak dibayar... kira-kira bapak mau tidak..??"
TP : ".. mau banget pak, kalau lokasi bersih kan saya juga untung. Tamu bertambah dan penghasilan juga nambah..."


Saya jadi membandingkan dengan Taman Safari Indonesia (TSI) di Puncak. Di TSI tempatnya sangat luas, saya pernah berangkat pagi-pagi terus keliling-keliling sampai sore, capek banget dan saya masih merasa belum semua tempat dilihat. Tetapi biarpun tempatnya luas, di TSI bersih sekali dan sangat terawat. Banyak tong sampah, banyak petugas kebersihan, banyak penjual cindera mata.

Seharusnya sebuah tempat wisata melihat tempat wisata lainnya sebagai bahan perbandingan biar pengunjung yang pernah datang ke suatu tempat tidak akan membandingkan terlalu jauh.
Lebih bagus lagi kalau semua lokasi wisata di suatu kota itu dijadikan satu tempat wisata terpadu yang saling bersinergi. Dengan membayar sejumlah tertentu maka wisatawan bisa mengunjungi beberapa tempat wisata dan menginap di hotel sesuai dengan pilihan. Kayaknya hal ini membutuhkan campur tangan pihak ketiga seperti PEMDA atau swasta.

Sebagai wujud kecintaan saya pada tempat wisata dalam negeri, saya memberi masukan buat pengelola tempat wisata Danau Lido Sukabumi agar bisa menjadi lebih baik
1. Kebersihan dan kerapian dijaga.
Memang untuk memperbaiki semua infrastruktur yang ada itu pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi ada cara yang murah yaitu menjaga kebersihan dan kerapian. Sampah di pinggir dan tengah danau secara rutin diambilin. Tong sampah diperbanyak, rumput liar di rapiin baik yang di pinggir danau maupun di taman.
2. Merangkul pedagang sekitar untuk turut merawat
Sebaiknya cara-cara seperti kerja bakti masal dengan melibatkan pedagang yang ada patut dilestarikan. Hal ini bisa menumbuhkan rasa memiliki yang akhirnya semuanya ikut serta menjaga lingkungan tempat untuk mencari rejeki
3. Perbanyak tempat bermain
Seharusnya pengunjung pada pandangan pertama harus sudah melihat kalau memang ada tempat bermain dan kalaupun tempatnya memang agajk terpencil hal ini bisa disiasati dengan menggunakan peta petunjuk arah. Jadikan tempat wisata nyaman juga buat anak-anak.
4. Perbanyak penjual cindera mata
Saya pernah berkunjung ke danau di daerah Panjalu Tasikmalaya. Disana banyak penjual cindera mata khas sunda maupun penjual mainan anak-anak. Saking banyaknya jadi crowded, tapi ini masih lebih bagus daripada tidak ada

Tetapi biarpun begitu secara keseluruhan saya masih ingin kembali lagi kesana sebab tempatnya memang mudah dijangkau dan harga tiket yang cukup murah. Bisa dijadikan sebagai tempat wisata alternatif setelah jenuh dengan keramaian kota.

Salam sukses dunia akherat,

26 Juni 2009

King - sahabat, keluarga, semangat, motivasi dan mimpi

Guntur, nama tokoh utama di film ini. Film yang menceritakan tentang perjuangan, motivasi, semangat pantang menyerah.

Film yang menceritakan tentang mimpi dari orang tua yang menginginkan anaknya menjadi apa yang menjadi idolanya, dalam hal ini sang bapak ingin anaknya "Guntur" menjadi seperti tokoh idola yaitu Liem Swie King. Sang anak diberi pendidikan sama kerasnya seperti tokoh idola tetapi sang anak tidak diberi fasilitas memadai karena masalah kesulitan keuangan.

Tokoh sentral Guntur mempunyai sahabat namanya Raden yang baik dan banyak akal walaupun akalnya sering kali nyusahin orang lain. Bagai seorang sahabat, di satu saat mereka tertawa bersama, bermain bersama, nggoda cewek bersama dan di suatu saat yang lain, mereka juga "berantem", saling ngambek tidak negur. Tetapi biar bagaimanapun kondisinya mereka tetaplah sahabat yang melebihi daripada sekedar teman. "berantem" adalah bumbu dari sebuah persahabatan.

Guntur dalam upaya menggapai mimpi menjadi pebulutangkis terkenal tidak bisa berjalan sendiri, Guntur membutuhkan dorongan orang-orang sekitar, butuh support keluarga (bapak), teman (Raden & Michelle) dan masyarakat sekitar.
Dalam kondisi kekurangan dalam banyak hal, Guntur bisa membuktikan bahwa dia bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat luas dan bisa dijadikan kebanggaan keluarga.

Selain dukungan dari orang tua, sahabat dan masyarakat, ada hal lain lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu dibutuhkan sebuah kondisi yang penuh dengan kompetisi dan dibutuhkannya seorang pelatih/instruktur/mentor untuk mengarahkan agar Guntur bisa selalu On The Track. Situasi kompetisi ini harus berlangsung setiap hari.

Guntur memulai kompetisi benar-benar dari bawah yaitu dari kampungnya sendiri dimana Guntur harus bisa mengalahkan juara kampung kemudian harus mengalahkan beberapa teman satu klub-nya agar bisa lolos seleksi dan yang terakhir kompetisi untuk merebut tempat sebagai atlet di Beasiswa Djarum. Disini-pun kompetisi belum berakhir, mereka semua harus bertanding satu sama lain sampai menjadi yang nomor 1 klub dan bertanding lagi sampai menjadi juara dunia. Klub Djarum Kudus sudah membuktikan bahwa tempatnya bisa dijadikan sebagai kawah Candradimuka bulutangkis.
Untuk menggapai mimpi yang lebih tinggi, dibutuhkan juga dukungan dari mereka yang lebih "kuat" dan dalam hal bulutangkis ini adalah dari Djarum Kudus rajanya.

Sebuah film yang bisa membangkitkan motivasi dan semangat untuk selalu terus berjuang menjadi yang terbaik dangan dukungan penuh dari orang-orang yang kita cintai dan yang paling mencintai kita yaitu KELUARGA.
Teringat kata-kata bapak kepada Guntur, .... eling tur, awakmu menang koen iku anakku... masio awakmu kalah koen iku tetep anakku" (...ingat tur, kamu menang kamu itu anakku... biarpun kamu kalah kamu tetap anakku). Bukti cinta keluarga kepada anak

Semoga kita selalu bisa mempunyai semangat yang tinggi dalam menggapai mimpi tanpa perlu meninggalkan keluarga.... amin

Salam sukses dunia akherat

23 Juni 2009

Murah meriah menikmati Pekan Raya Jakarta 2009

Pekan Raya Jakarta atau yang sering disebut PRJ sudah mulai dibuka tanggal 11-Juni dan akan berlangsung selama 1 bulan. Acara ini untuk memperingati ulang tahun Jakarta dan menjadi agenda tahunan kota Jakarta.

Seperti tahun-tahun yang lalu, PRJ ini menjadi agenda tahunan yang wajib dikunjungi bersama keluarga bahkan sering juga saya sampai 2x kunjungan karena masih merasa belum puas. Tahun ini ongkos masuk masih sama dengan tahun lalu yaitu Rp. 20.000/orang pada hari Jum'at sampai Minggu. Cukup murah sekali dibandingkan kita harus bayar Rp. 50.000,-/orang pada acara Franchise Expo Internasional yang diadakan selama 3 hari di JCC.

Angkutan banyak banget ke PRJ, mulai dari Busway (katanya gratis tapi saya belum pernah nyoba), taksi (tahun lalu dari Jatiasih bekasi ke PRJ ongkosnya 75.000 belum termasuk tol), angkutan umum, mobil (parkir 10.000 sepuasnya), motor, jalan kaki.
Seperti tahun-tahun yang lalu, saya sekeluarga kalau datang ke PRJ selalu habis dhuhur dan sampai di PRJ biasanya jam 2. Tempat favorit yang kami kunjungi pertama kali adalah di Hall, kenapa.... karena diluar panas dan di hall AC-nya sejuk.... nikmattttt
Mampir juga di stand kawan-kawan TDA di Hall D3 Multi Produk "kalau gak salah..." sambil lihat-lihat. Rame juga stand-nya, berisi aneka macam produk.

Karena seringnya datang ke PRJ, saya mempunyai satu cara agar kita bisa berhemat sewaktu di PRJ... Ini saya ambil dari pengalaman pribadi, temen dan pengamatan
1. Bawa minuman air putih dari rumah, hal ini penting sekali karena kita akan kehausan selama keliling di PRJ. Memang di dalam banyak yang jual minuman tapi tetap kita akan keluar uang banyak hanya untuk beli minuman.
2. Kalau memang tidak mau bawa air dari rumah, nggak usah kuatir, kita juga masih bisa minum gratis dari beberapa stand yang menjual minuman. Ada juice, sirup, kopi, teh rosella, jahe dan masih baaaaaaanyak lagi yang bisa kita minum. Ditanggung kita tidak akan kehausan.
3. Kalau memang tidak mau makan di PRJ, kita juga bisa pakai cara no 2, ada banyak stand yang menyediakan makanan tapi sayangnya ini semua adalah makanan ringan. Tapi biarpun makanan ringan tetap aja masih bisa kenyang asalkan setiap kali jalan mau ngambil makanannya.
4. Duduk dimana aja kalau memang capek, kita tidak akan menemukan kursi untuk duduk kecuali kita pura-pura tanya produk ke suatu stand.
5. Mau pijet gratis sambil dielus-elus cewek atau cowok....???? datang ke stand alat kesehatan, 30 menit aja kita dengerin promosi salesnya sambil pasang muka tertarik maka akan hilang capek kita. Untuk ngeles-nya... puji saja produk mereka, minta kartu nama dan besok kita akan hubungi lagi... dijamin capek hilang dan kita tidak malu
6. Beli barang yang khas di PRJ atau yang memang dibutuhkan. Di PRJ tidak semua barang murah. Contoh, sandal lucu yang di pasaran Rp. 18.000,- tapi di PRJ di jual Rp. 30.000,-. Kerak telor biasanya Rp. 8.000,- tapi di PRJ dijual Rp. 15.000,-
7. Tidak usah mandi bola atau mainan yang lain di PRJ, kenapa..... sebab antriannya panjang dan ada beraneka macam orang yang main disitu. Permainannya tidak ada yang aneh, semuanya sudah ada di mall-mall. Sayang sekali kalau ke PRJ cuma buat mainan seperti itu.

Saya sempat tanya ke penjual kerak telor di dalam lokasi PRJ mengenai sewa tempat. Mereka bilang sewanya Rp. 3.000.000,- per 7 hari dan katanya masih bisa ketutup.... hebat
Kalau yang didalam pasti tinggi sewanya tapi akan jauh lebih murah kalau bisa patungan seperti yang dilakukan kawan-kawan TDA.

Sukses buat teman-teman TDA, semoga sinergi antara PRJ dan TDA bisa mempercepat apa yang menjadi mimpi teman-teman dan sampai ketemu lagi di PRJ..eh salah.... sampai ketemu lagi di Jakarta Fair Kemayoran 2010

Salam sukses dunia akherat

Sinergi Cafe Ano's, Cimart Band, UBCimart dan Jaguar Musik

20-Juni-2009 hari sabtu malam minggu, sekali lagi Cimart Band tampil untuk yang kesekian kalinya. Berangkat sore tapi mainnya masih nunggu beberapa jam lagi. Jadi inget waktu SMA/kuliah, sambil nunggu jadwal main sambil nggodain cewek-cewek yang ada.... hehehehe
Tapi untuk saat ini pandangan saya berbeda walaupun tetap saya melihat sekeliling sambil ngincer pengunjung cewek yang ada. Kenapa yang saya lihat pengunjung cewek..... sebab menurut saya kalau di suatu Cafe atau tempat hiburan ada cewek yang cakep maka itu adalah sebuah nilai plus yang bisa diolah untuk menjadi sebuah pemasukan ".... please don't have negative thinking"

Penampilan pada sabtu malam itu adalah sebuah sinergi yang bagus antara UBCimart, Jaguar Musik, dan Cafo Ano's. Pengisi acara membayar biaya yang sangat-sangat murah dan Cafe Ano's mendapatkan pengunjung yang banyak tapi sayang sekali, pihak Cafe Ano's tidak bisa memaksimalkan penjualan dalam acara ini.

Pengisi acara yang tampil dari beraneka macam aliran musik tetapi kebanyak musik pop yang dengan lagu-lagu yang sekarang ngetop. Ada juga group dari Tambun yang beraliran METAL yang selalu bilang.....cek cek cek cek
Pengunjung cukup beragam mulai dari anak-anak ABG sampai yang sudah berumur yang datang dengan keluarga. Dari begitu banyak pengunjung, bisa dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu
1. Kelompok Keluarga
2. Kelompok ABG

Kelompok 1 (keluarga) adalah kelompok yang bisa menghasilkan pembelian. Mereka sudah mempunyai penghasilan sendiri dan setiap kali datang minimal 3 minuman harus dibeli.
Kelompok 2 (ABG) biasanya kebanyakan duduk sambil nungguin temannya yang main atau ada juga yang sambil pacaran. Mereka sangat kecil untuk melakukan pembelian tetapi bukannya tidak mungkin. Kalau mereka datang berdua, dicoba untuk ditawarkan minuman/minuman yang ngetrend seperti Coca-Cola, teh botol, kentang goreng, pop corn, makanan ringan (kacang, cireng, dll)

Kelompok 1 (keluarga) biasanya datang pada pukul 19.00 - 20.00, hal ini dikarenakan mereka membawa keluarga jadi harus segera pulang kalau tidak anaknya akan ketiduran atau orang tuanya masuk angin.... (maklum kalah sama umur)
Kelompok 2 (ABG), datangnya acak dan mereka biasanya akan tetap disitu sampai acara bubar, maklum gratisan.... "jadi inget waktu sekolah dulu"
2 Kelompok ini sebetulnya bisa digarap oleh Cafe Ano's dengan maksimal tetapi lebih baik di-sinergikan antara Cafe Ano's + Cimart dan JM.


Ada beberapa cara untuk meraih penghasilan dari acara ini :
1. Cimart Band sebagai pengisi acara tetap di Cafe Ano's pada jam 19.00 - 22.00. Waktunya tidak harus setiap hari sabtu biar kelihatan eksklusif. Dipilih pada jam segitu adalah untuk menghibur kelompok 1 yang berduit biar mereka betah duduk lama-lama di cafe.
2. UBCimart dan JM membuka lapak 1 - 2 meja di sekitar Cafe untuk promosi. Cimart bisa bawa beras, minyak goreng atau apa aja sebagai display dan tidak lupa disediakan brosur. Diberikan discount khusus untuk pembelian pada hari itu. Lakukan cara-cara marketing jalanan untuk meingkatkan penjualan.
3. Sebagai band tunggal maka JM untuk saat ini tidak perlu dibayar tetapi hal ini tidak perlu selamanya sebab yang namanya penjualan harus menghasilkan keuntungan materi. Untuk tahap awal hal ini harus dilakukan untuk menambah jam terbang dan membuat portofolio Cimart band bagus dan juga bisa mewujudkan mimpi semua personilnya untuk menjadi terkenal.

Dari beberapa cara diatas pasti ada pertanyaan dari pihak Cafe Ano's.... apa yang saya dapatkan...?
Banyak sekali yang didapatkan oleh Cafe Ano's
1. Cafe Ano's akan mendapatkan pengunjung yang segmented yaitu kelompok 1 (keluarga) yang memang mempunyai kemampuan untuk belanja dan kelompok 2 (ABG) bisa ditingkatkan pembeliannya dengan sitem jemput bola.
2. Kita berikan margin kepada Cafe Ano's untuk setiap transaksi yang terjadi di Cafe Ano's dan untuk lebih fair maka sistem pembayarannya melalui kasir Cafe Ano's. Transaksi ini bisa berupa pembelian barang atau juga daftar kursus musik di JM.
3. Suasana Cafe akan semakin nyaman dan semakin terbentuk dengan seringnya dikumandangkan lagu-lagu Oldies dari Cimart Band atau group lain yang telah lewat seleksi dari Cimart Band/JM.

Dari keuntungan diatas yang pasti didapatkan adalah meningkatkan margin dari ketiga belah pihak yaitu pihak Cafe Ano's dan juga dari pihak Cimart dan Jaguar Musik (JM). Sebuah sinergi yang sama-sama win-win solution.

Salam sukses dunia akherat