28 Februari 2008

Memilih Monitor Bekas

Tidak selamanya yang bekas/second itu jelek. Ada beberapa keuntungan jika kita memakai monitor bekas tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti hal dibawah ini biar kita tidak kecewa
Pastikan merk apa yang akan dibeli.

1. Merk-merk yang umum seperti LG, IBM, HP, COMPAQ, GTC,Advanced, dll bisa dipertimbangkan karena jika terjadi kerusakan spare part-nya banyak tersedia karena merk-merk itu banyak dipasaran.
2. Perhatikan tahun pembuatan. Lebih muda tahunnya lebih bagus seperti tahun 2000 keatas dan jika kita beli tahun dibawah 2000 biasanya harganya lebih murah.
3. Yang lebih baik lagi jika barang yang kita beli itu bukan barang servisan ataupun kalau bekas servis itupun tidak terlalu banyak. Hal ini susah ditebak karena penjualpun bisa salah, yang paling gampang beli pada penjual yang dipercaya atau beli kepada orang/instansi yang menjual (biasanya lelang dalam jumlah banyak.

Untuk LCD monitor sudah banyak yang second tapi kalau terjadi kerusakan partnya masih mahal.
Monitor second biasanya garansi 1 minggu dan jika lebih harganya biasanya nambah. Selain itu dengan beli second harga akan bisa setengahnya misal monitor 14” harga Rp. 250rb, 15” 350rb – 400rb, 17” 450rb – 550rb.

26 Februari 2008

IBM AS400 & Printer IBM

Posted by Picasa

Pengaruh Pita non Original pada printer

Berdasarkan pengalaman yang saya temui pada waktu di customer, banyak sekali keluhan pada printernya yang telah rusak yang diakibatkan oleh pita..


Keluhan itu biasanya :
1. Pita tidak mau narik/muter
2. Hasil cetakan putus-putus
3. Pita kusut jadi sebentar-sebentar harus ditarik
4. Di lubang pita tempat gear tidak mau mutar jadi pita posisinya tetap

Penyebab dari itu semua biasanya karena kondisi pita yang kurang bagus yang biasanya disebabkan karena gear di dalam pita tidak mau mutar dan kalaupun mau mutar itupun kondisinya berat. Karena mutarnya berat jadi hal ini mempengaruhi pada mekanik di printer. Memang ada beberapa penyebab lainnya yang membutuhkan pengecekan lebih lanjut.
Printer yang saya sering saya temui yaitu Epson (LX, LQ), passbook (IBM, Olivetti, Wincord 4915), Lexmark, Panasonic, dll.
Setelah saya perhatikan, biasanya pita yang dipakai itu bukan yang original melainkan merk lain yang compatible. Saya tidak mengatakan merk compatible itu jelek tetapi itulah kenyataan yang sering saya hadapi. Untuk mengatasi hal ini biasanya saya sarankan untuk mengganti dengan pita yang lebih bagus (dicek lagi lebih teliti kondisi pitanya) atau memakai yang original.
Biasanya setelah itu customer saya bertanya apakah saya bisa pakai merk ini lagi (non original)…? Saya suka bingung jawabnya sebab pada kasus yang lain pita non original ini tidak menyebabkan kerusakan. Jadi jawaban saya biar tidak memihak biarpun posisi saya sebagai penjual saya selalu bilang KALAU MAU AMAN PAKAI SAJA YANG DI REKOMENDASIKAN PABRIK…… tetapi dalam kondisi seperti sekarang ini apakah bisa user kecil-kecil memakai yang original yang harganya mahal….? Sebagai contoh saja pita Epson LQ2180 orginal harganya Rp. 100.000 – 130.000 sedangkan yang compatible harganya bisa setengahnya.

Untuk info lainnya bisa lihat di Pradana Komputer atau tentang printer

24 Februari 2008

Printronix Line Matrix Printer

Bagi yang membutuhkan printer yang bisa mencetak dalam jumlah banyak, Heavy duty, siap diajak kerja keras maka pilihan yang tepat adalah printer Line Matrix. Printronix adalah salah satu printer yang memakai teknologi ini. Jenis ini beda dengan dot matrix walaupun sama-sama menggunakan pita. Printer dot matrix (Epson, Dataproduct, Seiko Precision, Lexmark, dll) untuk menghitung kecepatan mencetak menggunakan CPI (Character per Inch) sedangkan Line Matrix Printer menggunakan Lpm (Line per Minute).

Tidak banyak merk dan type untuk Line Matrix Printer, yang terkenal adalah Printronix, IBM, Tally Genicom (dulu Mannesman Tally). Rata-rata typenya mulai dari 500 lpm, 600 lpm, 1000 lpm, 1200 lpm, 1500 lpm, 2000 lpm. Jadi misalkan yang kita pilih adalah kecepatan 500 lpm berarti printer ini sanggup mencetak 500 baris dalam 1 menitnya…. Bayangkan kalau untuk kecepatan diatasnya. Printer ini sanggup untuk mencetak puluhan Box kertas dalam satu kali cetak.

Tetapi printer Printronix atau Line Matrix Printer lain ada kelemahannya dibanding printer dot matrix yaitu listrik yang harus stabil dan grounding harus bagus maksimal 2 Volt yang direkomen walaupun sebetulnya 4 Volt juga bisa.

Dapatkan juga info menarik lainnya di http://www.prakom.com

23 Februari 2008

Reset Canon/Epson

Printer Deskjet Epson dan Canon selalu membutuhkan Reset jika sudah dipakai untuk mencetak dalam jumlah yang banyak. Printer ini selalu menghitung jumlah tinta yang keluar dan tinta yang keluar itu biasanya pada waktu :
1. Pada waktu printer dinyalakan
2. Pada waktu mencetak
Printer HP dan merk lain tidak perlu di Reset. Tandanya printer itu membutuhkan reset jika tombol power dan resume berkedip-kedip gentian biasanya warna hijau dan oranye. Jika tanda ini muncul bisa dilakukan reset sendiri dengan menggunakan software (bisa di download lewat internet atau beli CD) atau bawa aja ke tukang servis. Biayanya paling mahal Rp. 100.000,- atau kalau gak mau susah lagi saya bisa bantu reset tapi tetap bayar….!!!!?????

Pita Line Matrix Printer

Line Matrix printer yang banyak beredar di pasaran adalah merk Printronix, IBM, Tally Genicom (dulu Mannesman Tally). Pita/ribbon jarang ada yang jual hanya beberapa orang saja yang jual dan saya dalam hal ini menyediakan pitanya dalam jumlah yang banyak dengan harga yang terjangkau. Sudah banyak saya jual kebeberapa instansi swasta, BUMN maupun pemerintah.